KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA


Profil

Nama Resmi                : Kabupaten Kutai Kartanegara
Ibukota                         : Tenggarong
Provinsi                        : Kalimantan Timur
Batas Wilayah             : Terletak antara 115°26’28” BT – 117°36’43” BT dan 1°28’21” LU – 1°08’06” LS

  • Utara      : Kabupaten Malinau
  • Selatan   : Kabupaten Paser
  • Barat      : Kabupaten Kutai Barat
  • Timur     : Kabupaten Kutai Timur dan Selat Makasar

Luas Wilayah                : 23.601,91 Km2
Jumlah Penduduk       : 655.876 Jiwa (hasil sensus penduduk tahun 2010).
Wilayah Administrasi : Kecamatan: 18, Kelurahan: 42, Desa:185
Website                        : http://www.kutaikartanegarakab.go.id
(Permendagri No.66 Tahun 2011)

 

Peta Wilayah Kabipaten Kutai Kartanegara

Peta Kabupaten Kutai Kartanegara diantara daerah-daerah hasil pemekaran Kutai: Kab. Kutai Barat, Kab. Kutai Timur, Kota Bontang, Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan.

  Wilayah Administratif Kabupaten Kutai Kartanegara
   Wilayah Bekas Kesultanan Kutai Kartanegara


Sejarah

Kabupaten Kutai merupakan kelanjutan dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Setelah Republik Indonesia berdiri, pada tahun 1947 Kesultanan Kutai Kartanegara dengan status Daerah Swapraja Kutai masuk kedalam Federasi Kalimantan Timur bersama-sama daerah Kesultanan lainnya seperti Bulungan, Sambaliung, Gunung Tabur dan Pasir. Kemudian pada 27 Desember 1949 masuk dalam Republik Indonesia Serikat.

Daerah Swapraja Kutai diubah menjadi Daerah Istimewa Kutai yang merupakan daerah otonom/daerah istimewa tingkat kabupaten berdasarkan UU Darurat No.3 Th.1953.

Berdasarkan UU No.27 Tahun 1959, status Daerah Istimewa Kutai dihapus dan daerah ini dibagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:
1. Kotamadya Balikpapan dengan ibukota Balikpapan
2. Kotamadya Samarinda dengan ibukota Samarinda
3. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong

Pada tahun 1995 Kabupaten Kutai menjadi salah satu Daerah Percontohan Pelaksanaan Otonomi Daerah, berdasarkan PP No.8 Tahun 1995 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan Kepada Daerah Tingkat II Percontohan.

Pada tahun 1999, wilayah Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 daerah otonom berdasarkan UU No.47 Th.1999, yakni:
1. Kabupaten Kutai dengan ibukota Tenggarong
2. Kabupaten Kutai Barat dengan ibukota Sendawar
3. Kabupaten Kutai Timur dengan ibukota Sangatta
4. Kota Bontang dengan ibukota Bontang

Istilah Kabupaten Kutai Induk sering digunakan untuk membedakan antara Kabupaten Kutai hasil pemekaran dengan Kabupaten Kutai yang lama. Pada Musyawarah Nasional yang pertama APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) yang diadakan di Tenggarong pada tahun 2000, Presiden RI Abdurrahman Wahid yang membuka Munas tersebut mengusulkan agar Kabupaten Kutai hasil pemekaran menggunakan nama Kabupaten Kutai Kartanegara, mengingat kota Tenggarong juga merupakan ibukota dari Kesultanan Kutai Kartanegara.

Tanggal 23 Maret 2002, Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menetapkan penggunaan nama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2002 tentang “Perubahan Nama Kabupaten Kutai Menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara”.


LAMBANG

Makna Gambar

01. Lembu Suana 
Bermakna sebagai sumber kekuasaan dan kewibawaan Pemerintah Daerah.
02. Lingkaran Putih Mengelilingi Lembu Suana
Melambangkan kebulatan tekad dan kesamaan pandangan/persepsi.
03. Mandau dan Sumpit
Simbol sarana kekuatan dalam meningkatkan pembangunan.
04. Keliau (Perisai Suku Dayak)
Simbol Ketahanan dan Pertahanan.
05. Menara
Lambang cita-cita yang agung dan tinggi
06. Jembatan
Simbol pemersatu
07. Air / Gelombang
Simbol Dinamika Kehidupan dalam Pembangunan
08. Gong
Simbol pemersatu budaya
09. Bintang Bersudut Lima
Lambang Pancasila
10. Untaian Kapas dan Padi
Tujuan bangsa Indonesia untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sesuai dengan cita-cita Proklamasi.
11. 17 Daun Kapas – 8 Kuntum Bunga Kapas – 45 Butir Padi
Lambang Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
12. Lingkaran / Bingkai Gambar sebanyak 7 Sudut
Melambangkan kultur dan falsafah hidup.

Makna Tulisan

13. Tulisan Kabupaten Kutai Kartanegara
Daerah Otonomi Kabupaten Kutai.
14. Slogan “Bina Benua Etam”
Kepedulian seluruh lapisan masyarakat untuk membangun daerah Kabupaten Kutai Kartanegara menuju masyarakat madani.

Makna warna

15. Warna Kuning
Melambangkan keagungan.
16. Warna Hijau Tua
Melambangkan tentang kesuburan dalam meningkatkan potensi SDA dan SDM.
17. Warna Hijau Muda
Melambangkan tentang ketentraman dan kedamaian.
18. Warna Merah
Melambangkan keberanian, kegigihan, kejujuran dan jiwa ksatria.
19. Warna Putih
Melambangkan kebenaran, keikhlasan dan kesucian.
20. Warna Hitam
Melambangkan tantangan dan kendala yang dihadapi.

Makna lambang secara keseluruhan

MENUJU MASYARAKAT KUTAI KARTANEGARA YANG MADANI

sumber : http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/64/name/kalimantan-timur/detail/6402/kutai-kartanegara

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kutai_Kartanegara



PEMERINTAHAN

Daftar Bupati Kutai Kartanegara (termasuk Bupati Kutai)
No. Nama Periode Keterangan
1 A.M. Parikesit 1950–1960 Kepala Daerah Istimewa Kutai
2 A.R. Padmo 1960–1964 Bupati KDH Tingkat II Kutai pertama setelah berakhirnya pemerintahan Daerah Istimewa Kutai
3 Roesdibiyono 1964–1965  
4 Drs. H. Achmad Dahlan 1965–1979 Terpilih sebagai Bupati Kutai selama 3 periode berturut-turut hingga meninggal karena kecelakaan
5 Drs. H. Awang Faisjal 1979–1984  
6 Drs. H. Chaidir Hafiedz 1984–1989  
7 Drs. H. Said Sjafran 1989–1994  
8 Drs. H. Ahmad Maulana Sulaiman, MSc 1994–1999  
9 Drs. H. Syaukani Hasan Rais, MM 1999–2004 Bupati Kutai Kartanegara pertama setelah pemekaran Kabupaten Kutai
10 H. Awang Dharma Bakti, ST, MT 2004–2005 Penjabat sementara (pjs.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Syaukani, namun ditolak legislatif dan sebagian masyarakat
11 Drs. Hadi Sutanto 2005 Menjadi penjabat sementara (pjs.) Bupati Kutai Kartanegara setelah Mendagri merevisi SK Pengangkatan Awang Dharma Bakti
  Prof. Dr. H. Syaukani Hasan Rais, MM 2005–2006 Terpilih melalui Pilkada Kutai Kartanegara 1 Juni 2005
12 Drs. H. Samsuri Aspar, MM 2006–2008 Menjadi pelaksana tugas (plt.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Syaukani yang terkena kasus hukum
13 Drs. H. Sjachruddin MS 2008–2009 Menjadi penjabat (pj.) Bupati Kutai Kartanegara selama lebih kurang 15 bulan
14 Sulaiman Gafur 2009–2010 Menjadi penjabat (pj.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Sjahruddin dan dilantik pada tanggal 30 November 2009
15 Rita Widyasari, S.Sos, MM 2010–2015 Terpilih menjadi bupati wanita pertama di Kalimantan Timur dan dilantik pada tanggal 30 Juni 2010 bersama wakil bupati Gufron Yusuf[1]
16 Chairil Anwar 9 Juli 2015–16 Februari 2016 Penjabat bupati
17 Rita Widyasari, S.Sos, MM, Ph.D 17 Februari 2016–sekarang Berpasangan dengan wakil bupati Edi Damansyah

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kutai_Kartanegara?veaction=edit&section=7#Daftar_Bupati_Kutai_Kartanegara_.28termasuk_Bupati_Kutai.29


KECAMATAN

  1. Anggana
  2. Kembang Janggut
  3. Kenohan
  4. Kota Bangun
  5. Loa Janan
  6. Loa Kulu
  7. Marang Kayu
  8. Muara Badak
  9. Muara Jawa
  10. Muara Kaman
  11. Muara Muntai
  12. Muara Wis
  13. Samboja
  14. Sanga – Sanga
  15. Sebulu
  16. Tenggarong
  17. Tenggarong Seberang
  18. Tabang