• Home »
  • NEWS »
  • Air Sungai Jembayan Rendam 5 Dusun di Desa Sungai Payang

Air Sungai Jembayan Rendam 5 Dusun di Desa Sungai Payang

Kukarnews.com, LOA KULU – Hujan deras yang terjadi pada rabu (21/3) membuat sebanyak 5 Dusun di Desa Sungai Payang Kecamatan Loa kulu, Kutai Kartanegara terendam banjir. Meluapnya sungai jembayan dan kiriman banjir dari hulu mahakam membuat ratusan kepala keluarga yang bermukim di kawasan Dusun Sentuk, Dusun Rempanga, Dusun Beroak, Dusun Untab dan Dusun Mulyo  harus mengungsi.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar bersama Plt Bupati Edy Damansyah beserta rombongan turun langsung memantau dan membantu evakuasi di lokasi kejadian, di Dusun Sentuk, Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (24/03).

“Personil ton siaga 4 membantu para korban banjir untuk memindahkan barang-barang warga yang terendam air dan membantu mengevakuasi korban usia lanjut maupun balita untuk dibawa ketempat yang lebih aman,” ujar Kapolres.

Evakuasi juga melibatkan personil Polsek Loa Kulu, Brimob Den B Samarinda, BPBD dan Satpol PP Kukar, unsur pemerintahan Kecamatan Loa Kulu serta beberapa warga peduli korban banjir.

Dikatakannya, lokasi banjir berada di titik kordinat S: 00.31’09.8″ E: 117.01’03,4. Banjir terjadi disebabkan oleh meluapnya air dari sungai Jembayan dengan ketinggian rata-rata 2 meter.

“Banjir menggenangi rumah warga sebanyak 6 RT yang berada di Dusun Sentuk, Desa Sungai Payang yaitu RT 02, RT 03, RT 04, RT 11, RT 12 dan RT 13,” rinci Kapolres.

Dari keterangan warga setempat, banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan deras pada Rabu (21/03) pukul 19.00 hingga Kamis (22/03) pukul 07.00 Wita. Air pun meluap ke pemukiman warga pada Jumat (24/03) pukul 04.00 Wita.

“Air meluap dengan arus yang sangat deras sampai hari Sabtu (24/03). Warga juga menjelaskan bahwa banjir terjadi setiap tahun, namun pada saat ini adalah banjir yang paling besar dibandingkan dengan banjir pada tahun sebelumnya,” beber Kapolres.

Dari beberapa keterangan Ketua RT di Dusun Sentuk, Desa Sungai Payang, ketinggian air bervariasi. Di RT 02 antara 1 sampai 3 meter dengan jumlah warga sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) dan korban banjir kurang lebih 24 KK.

Sedangkan di RT 03 air menggenangi jalan sekitar 1 meter, dan ketinggian air yang masuk ke pemukiman penduduk mencapai 0,5 Meter. Terdapat 52 KK dan ada 25 KK terkena bencana banjir

Sementara di RT 04 air menggenangi jalan sekitar 2 meter, dan air yang masuk ke pemukiman warga mencapai 0,5 Meter. Di lokasi ini ada 47 KK dengan lebih 20 KK menjadi korban banjir.

Di RT 11 air menggenangi jalan mencapai 1,5 Meter. Disini ada 47 KK dan warga korban banjir sebanyak kurang lebih 20 KK.

Untuk ketinggian air di RT 12 mencapai sekitar 1 sampai 1,5 meter dan terdapat 47 KK dengan 31 KK menjadi korban banjir.

Terakhir di RT 13, air menggenangi jalan sekitar 2 – 3 meter, dimana ada sekitar 33 KK dan korban banjir kurang lebih 25 KK.

Dari seluruh korban banjir tersebut, ada sebagian warga yang masih bertahan di rumah masing-masing dan sebagian mengungsi di masjid setempat. (rhi/en)