Sakit Hati, Pacar Online Sebar Foto Syur

kukarnews.com, Tenggarong Seberang – Akibat rasa cemburu terhadap pacar online, MU (32) warga Samarinda nekat menyebarkan foto tanpa busana pacarnya yang merupakan seorang siswi sekolah dasar kelas 6 SD disebuah akun media sosial LINE.

Berawal dari perkenalan pelaku dengan korban sebut saja Mawar(12) warga Desa Bangun Rejo, RT 14, sekitar bulan Oktober 2017 melalui media sosial, dari perkenalan ini kemudian pelaku dan korban menjadi sering melakukan percakapan secara online bahkan berlanjut hingga pelaku meminta nomor ponsel korban yang juga sering digunakan untuk aplikasi WhatsApp.

“Pelaku dan korban ini hanya berkomunikasi secara online lewat medsos, baik LINE maupun WA. Keduanya belum pernah bertemu langsung,” kata Kapolres Kukar, AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Supriyadi didampingi Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno, Senin (18/12).

Melalui komunikasi online, pelaku sering membujuk rayu korban untuk mengirimkan foto tanpa busana, dan karena terbujuk rayu akhirnya korban menyetujui permintaan sang pacar dengan mengirimkan sejumlah foto dirinya.

Seiring waktu perkenalan, pelaku berdomisili di Jalan Sentosa, Gang Kenangan, Kelurahan Sungai Pinang, Samarinda, mulai mengetahui kalo korban memiliki teman dekat atau pacar baru, merasa sakit hati pelaku kemudian pada Jumat 24 November 2017, sekira pukul 01.14 Wita menyebarkan foto tanpa busana korban ke akun LINE milik korban sendiri, sehingga teman – teman korban dapat melihat foto tanpa busana milik korban yang dikirim pelaku.

“Korban diberitahu oleh dua orang saksi terkait foto tanpa busana yang tersebar di Line. Orang tua korban mengetahui hal tersebut kemudian melapor ke Polsek Tenggarong Seberang guna proses lebih lanjut,” ujar Supriyadi.

Usai mendapat laporan dari keluarga korban pada Jumat (15/12), anggota unit reskrim Polsek Tenggarong Seberang  kemudian langsung meringkus pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 2 unit handphone merk Samsung yang selama ini digunakan pelaku dan korban.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Pelaku ditindak pidana karena tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diakses informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” tutup Supriyadi. (rhi)