• Home »
  • NEWS »
  • Warga RT.12 Kelurahan Maluhu ditemukan Tewas Gantung Diri

Warga RT.12 Kelurahan Maluhu ditemukan Tewas Gantung Diri

kukarnews.com, TENGGARONG – Warga RT. 12 Kelurahan Maluhu Tenggarong dihebohkan dengan penemuan mayat yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah rumah kontrakan, Selasa (12/12) sekitar pukul 22.30 Wita.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Tenggarong AKP Djauhari menjelaskan, korban berinisial MSA (14), warga Jl Long Bagun No. 29 RT 12 Kel. Maluhu Kec. Tenggarong Kab. Kukar. Ditemukan sudah tidak bernyawa pertama kalinya oleh Ratih (40) ibu korban, saat dibantu oleh tetangganya bernama Asit (65) untuk membuka pintu rumah secara paksa, dalam kondisi tergeletak dengan posisi telentang, dan posisi kaki terlipat kebelakang, serta nampak banyak berceceran darah dibawah kepala dan sekitar tubuh korban.

“Diduga diduga tali rafia yang digunakan untuk melakukan gantung diri putus, sehingga korban terjatuh dan kepala terbentur di lantai.” jelas Djauhari.

Sumardi (68) pemilik rumah kontrakan menjelaskan bahwa korban baru menetap bersama ibunya baru sekitar 1 bulan, saat melihat kejadian ini, ia langsung melaporkan kepada ketua RT dan Polsek Tenggarong.

Dari keterangan ibu korban, MSA terakhir terlihat saat masih ikut berjualan es kelapa dan bensin di kawasan Mangkuraja 7, sebelum pamit pulang kerumah pada pukul 13.00 Wita.

“Ibu korban sempat pulang ke rumah sekitar pukul 17.00 Wita, sesampainya dirumah ternyata pintu dalam keadaan terkunci rapat, mengira korban belum ke rumah, ibu korban akhirnya memutuskan kembali ke warung dan mencari keberadaan korban,” ujarnya.

Tidak berhasil menemukan keberadaan korban, ibu korban sekitar pukul 22.30 Wita memutuskan untuk kembali ke rumah. Melihat kondisi rumah yang masih saja terkunci, ia meminta tolong kepada tetangganya Asit (65) untuk membuka pintu secara paksa.

Belum diketahui secara pasti penyebab korban memutuskan untuk bunuh diri, namun berdasarkan keterangan ibu korban, sifat dan tingkah laku korban berubah menjadi pendiam semenjak Korban mengikuti perguruan Pagar Nusa di Jember Jawa Timur, dan akhir akhir ini korban pernah meminta untuk pulang kampung di Jember, Jawa Timur, namun karena ibu korban tidak memiliki biaya maka keinginan korban tidak dapat dituruti oleh ibunya.(rhi)