Miliki Sabu, Guru SD di Ringkus

kukarnews.com, Bukannya menjadi panutan bagi para murid dan mengajarkan untuk berbuat benar, seorang oknum ASN guru di salah satu sekolah dasar di wilayah kelurahan Loa Tebu, kedapatan menjual dan mengkonsumsi jenis sabu sabu selama 1 tahun terakhir.

Hal ini terungkap setelah satuan Intel mendapat laporan dari masyarakat bahwa di jalan Akhmad Dahlan sering terjadi transaksi narkoba, mendapat informasi tersebut petugas melakukan pengintaian dan melihatS seseorang dengan gerak gerik yang mencurigakan di depan SMKN 1 Tenggarong, Senin (4/12) sekitar pukul 21.30 Wita.

” Tepat di depan SMKN 1,  petugas melihat seorang wanita dengan gerak gerik yang mencurigakan, setelah dihampiri petugas, wanita tersebut terlihat membuang sesuatu dan setelah diperiksa ternyata tisu berisikan 2 pocket sabu,” terang KBO Polres Kukar, IPDA Darnuji, Rabu(6/12)

Wanita berinisial NU ini diketahui seorang ibu rumah tangga warga kelurahan Loa Tebu, ia mengaku barang haram ini di peroleh dari seorang guru SD berinisial SR. Mendapat informasi ini petugas langsung melakukan pengembangan dan menemukan guru SD yang dimaksud sedang berada di warung di kawasan kampung baru.

” Dari tangan SR ditemukan satu pocket sabu, lima plastik klip kosong, ponsel, uang tunai Rp.60 ribu dan struk dengan tanggal 2 dan 4 Desember yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba,” kata Darnuji.

Kepada wartawan SR mengaku telah mengenal barang haram ini sejak tahun 2012, saat itu ia ajak oleh mantan suaminya yang merupakan pecandu berat.

“Mantan suami saya janji akan berhenti apabila saya ikut mencoba sabu, tapi bukannya berhenti malah menjadi dan saya terpengaruh,” ungkap SR.

SR mengaku sejak saat itu ia tidak mencoba lagi sampai dengan tahun 2016, ia kemudian tergiur kembali mencoba atas ajakan temannya yang merupakan pengedar narkoba, ibu 3 anak ini nekat menggunakan kembali dengan alasan mengurangi beban pikiran akibat permasalahan biaya hidup dan hutang.

Guru yang diangkat menjadi PNS sejak tahun 2007 ini mengaku memiliki sejumlah hutang, salah satu diantaranya SK-PNS yang ia gadai di Bank selama 15 tahun untuk keperluan pribadi.

” SK saya jaminkan dan baru berjalan 2 tahun, dari potongan pinjaman, gaji tiap bulan diterima hanya sekitar Rp. 100 ribu,” kata SR

Kondisi ini diperparah dimana TPP yang harusnya ia terima tiap bulan hingga kini belum ia terima hingga 3 bulan, yang akhirnya membuat SR nekat melakukan perbuatan ini.

Pihak kepolisian masih menelusuri kasus ini, karena informasi yang didapat jaringan sabu yang pelaku peroleh diduga berasal yang diduga anak buah dari napi narkoa yang berada di Lapas Tenggarong.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 juncto 112 undang undang 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (rhi)