• Home »
  • NEWS »
  • Guru Asal Tabang Tempuh 12 Jam Perjalanan Untuk Mengikuti UAS

Guru Asal Tabang Tempuh 12 Jam Perjalanan Untuk Mengikuti UAS

kukarnews.com, TENGGARONG – Untuk mengikuti ujian akhir semester yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka Kudungga, Yuliana seorang guru PAUD di Kecamatan Tabang , Kutai Kartanegara harus menempuh perjalanan selama 12 jam dengan menggunakan sebuah sepeda motor.

” Berangkat dari Tabang dari jam 8 pagi sampai Tenggarong jam 8 malam,” kata Yuliana, saat di temui di ruang ujian, Sabtu (2/12).

Selain jarak tempuh yang jauh, dirinya juga mengaku akses jalan yang dilalui rusak parah, terutama di daerah Desa Sebelimbingan Kota Bangun. Perjuangannya ini ia lakukan agar dirinya bisa mengikuti proses penyetaraan tingkat pendidikan seorang guru, yang kini mulai diwajibkan minimal strata 1.

Mahasiswi yang tercatat di semester 8 ini mengaku dengan keberadaan Universitas Terbuka Kudungga di Tenggarong, Kutai Kartanegara membuat dirinya sangat terbantu, terlebih dengan proses belajar yang ditawarkan sangat mudah. Setiap mahasiswa diberikan modul perkuliahan, dan perkuliahan tatap muka hanya dilakukan sesekali pada sabtu minggu.

Dengan kondisi demikian sangat mempermudah dirinya untuk memperoleh jenjang pendidikan lebih tinggi, selain tanpa harus sering berangkat ke Tenggarong, aktifitasnya mengajar di PAUD yang berada di Tabang juga tidak terganggu.

“Semoga UT ini bisa membantu para guru yang masih berpendidikan SMA menjadi tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Pengelola dan kelompok pengajar pendidikan jarak jauh (POKJAR PJJ) Universitas Terbuka Kudungga, Sutopo menjelaskan saat ini Universitas Terbuka yang dikelolanya sudah memiliki sertifikasi yang berstandart, sehingga para mahasiswa yang ingin berkuliah tidak perlu khawatir untuk menempuh pendidikan disini.

“Universitas terbuka sudah mendapatkan ISO 2001-2015 dan sertifikasi layanan akademik tingkat internasional, sehingga ini menjadi kebanggaan kita selaku Pokjar untuk memberikan layanan pendidikan di Kutai Kartanegara,” kata Sutopo.

Ujian ini diikuti sebanyak 1.000 lebih orang tenaga pengajar, baik guru Paud maupun guru sekolah yang berada di 18 kecamatan kabupaten Kukar, ujian berlangsung selama 2 hari dari tanggal 2 dan 3 Desember 2017 di SMP Negeri 3 Tenggarong. (rhi)