BPJS Kesehatan Bantah Isu Tidak Tanggung 8 Penyakit Katastropik

kukarnews.com, TENGGARONG – BPJS Kesehatan Kutai Kartanegara menegaskan bahwa isu BPJS Kesehatan tidak lagi menanggung keseluruhan biaya dari 8 penyakit katastropik untuk menutupi defisit anggaran adalah tidak benar.

“Itu sebenarnya berita hoax, jadi berita itu tidak benar,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kutai Kartanegara, Susan Trisina Selasa (27/11)

Susan menjelaskan bahwa isu ini beredar setelah BPJS Kesehatan Pusat diminta oleh DPR untuk memaparkan perkembangan pengelolaan JKN-KIS, dan pengelolaan yang dilakukan di sejumlah negara, seperti di Jepang, Korea, Jerman dan negara lainnya, dimana negara – negara tersebut menerapkan sistem Cost Sharing untuk beberapa penyakit yang memakan pembiayaan tinggi dan jangka waktu yang panjang, yang berarti untuk pembiayaan kesehatan tidak 100% ditanggung oleh penjamin kesehatan.

Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir terkait pembiayaan 8 Penyakit Katastropik seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalassemia, leukimia dan hemofilia.

” Pemerintah dalam hal ini masih berkomitmen untuk terus menanggung 8 penyakit katastropik tersebut,” katanya.

BPJS Kesehatan akan patuh terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, dan belum ada cost sharing di skema JKN -KIS, apalagi sampai ada penghentian jaminan.

“Saat ini BPJS kesehatan lebih berfokus untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta JKN-KIS,” tutupnya. (rhi)