Menteri Hukum Dan HAM Kunjungi Kukar

kukarnews.com, TENGGARONG – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly, tiba di Tenggarong, Kutai Kartanegara Jum’at (04/11) pukul 13.30 guna menerima langsung hibah aset pemkab kukar yang akan dipergunakan untuk Lapas Khusus Anak.

Kedatangan Menkumham dalam kunjungan kerjanya ini disambut langsung oleh Bupati Kukar Rita Widyasari, Kakanwil Kemenkumham Kaltim Agus Saryono, Kalapas Sekalimantan Timur, Dandim 0906 Tgr, Kapolres Kukar, Sekda Kukar H Marli, Kepala SKPD dan unsur Muspida Kukar.

Menkumham mengapresiasi kepedulian pemkab kukar terhadap anak – anak yang terjerumus dalam tindak kriminal, tentunya dengan hibah yang diterimanya berupa sebidang tanah dan bangunan eks kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kukar dan eks bangunan RSUD AM. Parikesit yang berada satu kawasan senilai 8,3 miliar ini digunakan sebagai lapas atau lembaga pembinaan khusus anak.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati atas hibah yang diberikan, ini sangat penting untuk anak-anak kita. Karena dengan adanya undang-undang yang baru tentang peradilan anak maka penanganannya berbeda. Tidak boleh anak-anak itu digabung dengan orang-orang dewasa, itu sangat berbahaya,” ujarnya saat melihat kondisi lokasi bangunan.

Nantinya dalam lapas anak ini akan dibangun kamar tanpa jeruji besi seperti kamar tahanan pada umumnya, sehingga secara psikologis dan mental anak yang dibina tdak merasa seperti tahanan.  “Karena mereka juga adalah anak-anak yang masih mempunyai masa depan dan potensi yang besar,” harapnya.

 

Sementara Bupati Kukar Rita Widyasari mengungkapkan, keinginannya untuk memiliki lapas khusus anak sudah sejak lama dan tak lepas dari pengamatannya ketika beberapa kali mengunjungi Lapas Kelas II B Tenggarong, jumlah penghuni Lapas II B yang seharusnya hanya 350 orang justru melebihi kapasitas yang seharusnya, dimana salah satunya berisi tahanan anak-anak dan perempuan.

“Yang pasti sudah full dan sangat tidak manusiawi, meskipun orang di penjara tetapi tetap kita harus memanusiakan manusia, toh mereka sudah di penjara dan dihukum,” tuturnya.

Ditambahkannya, selain dibangun lapas khusus anak, bangunan lama di kawasan RSUD AM Parikesit juga akan diserahkan kepada BNN (Badan Narkotika Nasional) sebagai pusat rehabilitasi pemakai narkoba. “Nanti rencananya tangal 24 November Pak Budi Waseso Kepala BNN akan kesini,” tutupnya. (rhi)